Tanah Bumbu — Film dokumenter “Jejak Matahari dari Alabio” resmi akan tayang perdana di Kabupaten Tanah Bumbu pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Karya dokumenter ini mengangkat kisah tentang cahaya perjuangan dan harapan yang lahir dari tepian Sungai Alabio, sebuah wilayah yang sarat nilai sejarah, budaya, dan keteguhan hidup masyarakatnya.
Diproduksi oleh Nouqta Production, film ini merekam perjalanan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dan bertahan dari generasi ke generasi. Dengan pendekatan visual sinematik dan alur narasi yang reflektif, film ini menghadirkan cerita yang jujur serta membumi, tanpa dramatisasi berlebihan.
Tapak Suci Tanah Bumbu Lantik Pengurus Baru, Tegaskan Komitmen Prestasi dan Kaderisasi
“Jejak Matahari dari Alabio” tidak hanya menyajikan dokumentasi sejarah, tetapi juga menampilkan makna simbolik “cahaya” sebagai representasi perjuangan, ketekunan, dan harapan yang terus menyala meski lahir dari ruang-ruang sederhana. Pesan ini disampaikan melalui potret kehidupan masyarakat yang dekat dengan sungai sebagai sumber penghidupan dan inspirasi.
Pemutaran perdana film ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian persiapan Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Olympycad Makassar 2026. Melalui film ini, panitia ingin menghadirkan ruang refleksi bagi generasi muda untuk mengenal kembali akar nilai, identitas, dan semangat perjuangan yang tumbuh dari daerah.

Kegiatan pemutaran akan berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah KH, Tanah Bumbu, selama tiga hari dengan beberapa sesi pemutaran setiap harinya. Lokasi ini dipilih sebagai ruang edukatif yang diharapkan mampu menjangkau pelajar dan masyarakat luas.
Tiket pemutaran dibuka untuk umum dengan harga Rp30.000, sementara khusus pelajar dikenakan tarif Rp25.000. Sebagai daya tarik tambahan, panitia juga menyediakan voucher belanja gratis bagi penonton yang hadir pada setiap sesi pemutaran.
Panitia berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan perenungan. Dari kisah-kisah sederhana yang ditampilkan, penonton diajak memahami bahwa perubahan besar kerap bermula dari keteguhan nilai dan semangat yang dijaga secara konsisten.
Kepedulian H. Sudian Noor, Warga Sungai Dua Terima Bantuan Renovasi Rumah
Keunikan film ini terletak pada keberaniannya mengangkat kisah lokal dengan kualitas produksi yang matang. Dokumenter ini menjadi bukti bahwa cerita daerah memiliki daya tarik universal ketika disampaikan dengan sudut pandang yang jujur dan manusiawi.
Selain itu, relevansi cerita dengan kondisi generasi muda saat ini menjadi kekuatan utama film ini. Nilai perjuangan, identitas, dan harapan yang dihadirkan dinilai sejalan dengan tantangan zaman yang dihadapi kaum muda dalam mencari arah dan makna hidup.
Melalui pemutaran “Jejak Matahari dari Alabio”, panitia mengajak masyarakat, pelajar, dan pecinta film dokumenter untuk hadir dan merasakan langsung cahaya perjuangan yang dihadirkan. Film ini menjadi pengingat bahwa dari daerah yang kerap luput dari sorotan, cahaya besar dapat lahir dan terus menerangi masa depan.

