Penulis: Muh. Sulfihidayatullah, S.IP., M.I.Kom.
(Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Batulicin)
Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 ini seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, momen ini perlu menjadi pengingat bagi kita, khususnya generasi muda, tentang apa yang bisa dilakukan untuk membangun daerah sendiri.
Kitq melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari pertambangan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pariwisata. Namun, kekayaan alam saja tidak cukup untuk membuat suatu daerah maju. Dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut sayapemuda berkemajuan bukan hanya mereka yang berpendidikan tinggi atau mahir menggunakan teknologi. Pemuda berkemajuan adalah mereka yang mau belajar, peka terhadap persoalan di sekitarnya, dan beran melakukan sesuatu untuk membawa perubahan.
Tanah Bumbu membutuhkan generasi muda yang tidak hanya bangga dengan kekayaan daerahnya, tetapi juga mau berpikir tentang bagaimana potensi tersebut bisa dikembangkan untuk membuka lapangan kerja, membantu usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Salah satu persoalan yang perlu kita perhatikan adalah akses terhadap informasi. Saat ini, berbagai informasi tentang beasiswa, pelatihan kerja, peluang usaha, dan program pemerintah sebenarnya bisa ditemukan melalui internet. Namun, tidak semua pemuda mengetahui informasi tersebut atau memahami cara memanfaatkannya.
Akibatnya ada yang bisa mengambil peluang, sementara yang lain justru tertinggal. ersoalannya bukan selalu karena tidak adanya kesempatan, tetapi terkadang karena informasi belum tersampaikan secara merata.
Pemuda perlu dibiasakan untuk mencari informasi dari sumber yang terpercaya, memeriksa kebenaran berita, dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Kita juga perlu memahami bahwa teknologi bukan hanya untuk hiburan atau mengikuti tren, melainkan bisa digunakan untuk belajar, mengembangkan usaha, dan mencari solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.
Jika melihat potensi Tanah Bumbu sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda. Misalnya pemuda di wilayah pesisir dapat membantu pelaku usaha perikanan memasarkan hasil tangkapan secara digital. Anak muda di wilayah pertanian dan perkebunan juga bisa ikut mengembangkan pemasaran produk lokal melalui media sosial dan platform digital. Langkah seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak, dampaknya bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Artinya, pemuda tidak harus menunggu menjadi pejabat atau memiliki modal besar untuk berkontribusi bagi daerahnya.
pemuda juga perlu mengambil peran dalam mengawal pembangunan daerah. Kita perlu mengetahui program yang dijalankan pemerintah, memahami persoalan masyarakat, dan berani menyampaikan kritik dengan cara yang baik. Kritik bukan berarti selalu menentang, tetapi menjadi bentuk kepedulian agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan kepemudaan sebaiknya tidak hanya berisi pertemuan dan seremoni, tetapi juga pelatihan keterampilan, edukasi digital, pengembangan usaha, diskusi publik, dan kegiatan sosial yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemuda juga perlu dilibatkan dalam merancang program pembangunan, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut memberikan gagasan dan solusi.
Sumpah Pemuda harus kita maknai sebagai dorongan untuk mengambil tanggung jawab terhadap masa depan daerah. Tanah Bumbu memiliki banyak potensi, tetapi potensi itu tidak akan berkembang secara maksimal jika generasi mudanya hanya menjadi penonton.
Bagi saya pemuda berkemajuan adalah pemuda yang tidak hanya tahu banyak hal, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Informasi yang diperoleh harus menjadi pengetahuan, pengetahuan harus melahirkan gagasan, dan gagasan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Momentum Hari Sumpah Pemuda ini seharusnya menjadi titik awal bagi anak muda Tanah Bumbu untuk lebih berani mengambil peran dalam pembangunan.

