BATULICIN – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Selasa (8/9/2026), dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di wilayah Kodim 1022/TNB.
Andi Rudi Latif Beri Dukungan Kepada Luna dan Reyhan Wakili Kalsel di Pantomim Nasional
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif turut mendukung kegiatan tersebut melalui kehadiran Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Eryanto Rais yang ikut melakukan penanaman bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, penanaman mangrove tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga kawasan pesisir dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui Asisten Ekobang, Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah menggagas kegiatan tersebut. Penanaman mangrove dinilai menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga ekosistem pesisir Tanah Bumbu.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif juga menyampaikan selamat memperingati HUT ke-81 TNI kepada seluruh keluarga besar TNI. Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat peran TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semoga di usia yang ke-81 tahun ini, TNI semakin profesional, semakin dicintai rakyat, serta senantiasa menjadi kekuatan yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Andi Rudi Latif.
Menurut Bupati, keberadaan mangrove memiliki arti penting bagi kawasan pesisir. Tanaman tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari penghijauan, tetapi juga berperan dalam menjaga ekosistem serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Andi Rudi Latif menegaskan, Tanah Bumbu sebagai daerah yang memiliki wilayah pesisir dan kekayaan sumber daya alam, memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dengan kelestarian lingkungan.
Karena itu, upaya perlindungan lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dunia usaha hingga elemen lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Bupati juga mengapresiasi jajaran TNI atas pelaksanaan penanaman 1.000 mangrove yang dinilai sejalan dengan semangat pembangunan Tanah Bumbu yang berwawasan lingkungan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan alam dan kualitas hidup masyarakat.
“Mari kita jadikan penanaman 1.000 mangrove ini sebagai simbol dari 1.000 harapan untuk Tanah Bumbu yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih sejahtera,” pungkasnya. (sans)

