Batuilicin- Anggota DPR RI Komisi VIII, H. Sudian Noor, menekankan pentingnya kemampuan public speaking dalam membangun karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan The Power of Public Speaking yang mengusung tema “Membangun Karakter, Kepercayaan Diri, dan Kemampuan Berkomunikasi untuk Meraih Kesuksesan” di Gedung 7 Februari, Kota Pagatan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang memadati lokasi acara. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pengembangan kemampuan berbicara dan berkomunikasi di ruang publik.
Dalam penyampaiannya, Sudian Noor menilai kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu modal penting dalam kehidupan. Menurutnya, seseorang yang memiliki gagasan baik perlu memiliki kemampuan menyampaikan gagasan tersebut secara jelas agar dapat dipahami dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Sudian juga menekankan bahwa kepercayaan diri tidak muncul secara instan, melainkan harus dibangun melalui proses dan keberanian untuk terus berlatih. Ia mengajak peserta untuk tidak takut salah ketika berbicara di depan umum, karena pengalaman dan latihan menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan komunikasi seseorang.
Tegaskan Tak Ada Ruang Ekspresi di “Bumi Bersujud” Ketum PCPM Batulicin Usul Regulasi LGBT!
“Jangan takut untuk berbicara. Kepercayaan diri itu harus dilatih dan dibangun. Ketika kita memiliki kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik, maka semakin besar pula peluang gagasan tersebut diterima dan memberikan manfaat,” ujar Sudian Noor.
Menurut Sudian, kemampuan public speaking juga harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kemampuan berbicara tanpa dibarengi etika, tanggung jawab, dan sikap yang baik justru dapat menimbulkan persoalan dalam komunikasi. Karena itu, ia mendorong peserta untuk membangun karakter sekaligus kemampuan menyampaikan pesan.
Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI, KH. Nanang Mubarok, dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya keberanian generasi muda untuk tampil dan menyampaikan gagasan secara positif. Ia menilai kemampuan komunikasi harus diarahkan untuk membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat serta menjadi sarana menyampaikan pesan yang bermanfaat.
KH. Nanang Mubarok juga menekankan bahwa komunikasi tidak semata-mata tentang kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan. Menurutnya, seorang komunikator yang baik harus mampu memahami lawan bicara, menghargai perbedaan pandangan, serta menyampaikan pesan dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami.

“Berbicara itu bukan hanya bagaimana kita menyampaikan sesuatu, tetapi juga bagaimana kita mampu mendengarkan dan memahami orang lain. Dari komunikasi yang baik, akan lahir saling pengertian dan hubungan yang lebih kuat,” kata KH. Nanang Mubarok.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Sudian Noor turut membuka ruang diskusi bersama peserta dan masyarakat untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat setempat. Dialog tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan.
Lebih Dekat dengan Muh. Sulfihidayatullah, Nahkoda Baru Pemuda Muhammadiyah Batulicin
Sebagai anggota DPR RI Komisi VIII, Sudian Noor memandang komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai hal penting untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga. Aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi masukan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di tingkat nasional, khususnya dalam bidang yang menjadi ruang lingkup Komisi VIII.
Melalui kegiatan The Power of Public Speaking, Sudian Noor berharap masyarakat semakin berani mengembangkan potensi diri, memiliki karakter yang kuat, serta mampu berkomunikasi secara efektif dan bertanggung jawab. Kolaborasi antara materi public speaking dan dialog bersama masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri peserta, tetapi juga memperkuat budaya komunikasi yang terbuka dan konstruktif di Kabupaten Tanah Bumbu. (upi)

